Aviation

Secercah Harapan bagi Mandala Airlines

“Kemana seekor burung pergi, pastilah ia kembali..”
Begitu syahdu rasanya mendengar kalimat tersebut. Terlebih bagi kita yang merindukan terbang dalam kebebasan dan impian.

Pada hari ini, Kamis merupakan hari yang cukup sendu, terlebih mendengar kabar pemberhentian sementara salah satu airlines tertua di Indonesia, Mandala Airlines. Cukup bergetar membaca berita yang diberikan oleh seorang teman saya melalui sosial media twitter, serasa tidak percaya.

Pasalnya saya tidak pernah membayangkan bahwa kesulitan keuangan Mandala Airlines begitu besar sampai berujung pada laporan kepailitan akibat jumlah hutang jatuh tempo dan perlu adanya suatu restrukturasi internal.

Keberadaan Mandala Airlines sebagai maskapai swasta tertua di Indonesia tentunya telah membekas di hati para air travelers di Indonesia khususnya pelanggan setia Mandala. Mandala Airlines didirikan pada 17 April 1969 oleh Kolonel Sofkar, Mayjen Raden Soerjo, Adil Aljol, Mayor (AU) Soegandi Partosoegonodo, Kasbi Indradjanoe, dan Darwin Ramli, keberadaan Mandala sebagai perintis maskapai swasta diperkuat dengan kehadiran armadanya terdahulu Vickers Viscount dimana pada tahun-tahun awal beroperasi, maskapai ini terbang dari Jakarta dengan tujuan ke Indonesia timur, seperti Ambon, Gorontalo, Kendari, Makassar, dan Manado. Pada tahun 1972 Mandala mengambil alih Seulawah Air Service yang terbang ke kota-kota di Indonesia bagian barat, seperti Banda Aceh, Banjarmasin, Medan, Padang, Palembang, Pekanbaru, dan Pontianak. Setelah itu, Mandala menjadi maskapai penerbangan dengan cakupan nasional.

Mandala yang pada tahun 2006 telah diakuisisi oleh PT. Cardig International dan Indigo Partners, kembali berkembang dengan beralih kepada konsep Low Cost Carrier, atau no-frills airline guna mengimbangi keadaan pasar Indonesia akan permintaan jasa transportasi udara yang murah, namun berkualitas. Kita tentu dapat melihat bagaimana airlines ini telah memberikan banyak sekali kontribusi serta kepuasan bagi pelanggan di Indonesia.

“Who else would give cheap price with a great value?” saya membaca salah satu quote dari pelanggan setia Mandala yang menyayangkan pemberhentian operasi Mandala akibat restrukturasi hutang dan internal yang dibutuhkan perusahaan.

Hari Kamis malam, saya terus mengikuti perkembangan, bahkan ke salah satu jejaring on-line pecinta aviasi di Indonesia, Indoflyer, yang memberikan banyak sekali motivasi dan dukungan bagi Mandala untuk kembali beroperasi setelah restrukturasi internal dilakukan. Mandala Airlines memang sudah dapat dibilang profesional dalam industri penerbangan di tanah air. Kita mengetahui Garuda Indonesia memanglah airlines terbesar dan terbaik di Indonesia, dan Mandala dengan servis dan pelayanannya yang profesional pun mampu membuat perusahaan penerbangan ini menjadi setara dengan Garuda Indonesia.

“Di setiap pembicaraan mengenai Mandala, saya langsung teringat maskapai Bouraq, ah semoga hal serupa tidak terjadi pada Mandala”

Walaupun saya memang belum pernah menaiki airlines ini sebelumnya, namun saya mendengar banyak sekali cerita pengalaman positif dari rekan-rekan saya yang menaiki Mandala. Kenyamanan dari segi pembelian dan pembayaran tiket, call center, 24 hours alert terhadap delay dan pembatalan, pelayanan bagasi, serta keramahan awak kabin dan profesionalisme penerbang di setiap penerbangan. Selain itu, kenyamanan dari segi tempat duduk di pesawat pun yang selama ini dielu-elukan oleh pelanggannya yang dirasa cukup lega dan nyaman dibandingkan dengan Low Cost Carrier setara seperti Airlines berwarna merah yang berlogo hewan dan yang berlogo tulisan.

Nasib Mandala di kemudian hari?

Mendengar berhentinya operasi Mandala tentu banyak sekali mengagetkan banyak pihak terutama bagi para karyawan yang selama ini telah membaktikan diri mereka bagi kemajuan perusahaan ini. Selama 45 hari proses restrukturasi internal yang diberikan, semoga Mandala dapat kembali beroperasi. Dalam kesempatan yang sama, saya sempat melihat beberapa foto last flight para crew Mandala yang mungkin merasakan kesedihan dan membutuhkan suatu rasa kepastian namun mereka pun tetap mencoba tersenyum.

Source: Indoflyer

“Semua penerbang pasti mencintai armadanya, entah besar atau kecil yang merupakan sebuah kebanggaan membawa sebuah burung besi nan tangguh, layaknya Arjuna di kisah Mahabarata.

Foto diatas memiliki suatu nilai emosional yang cukup tinggi. Seorang penerbang yang menunjukkan kesetiaannya terhadap armada yang menjadi sahabatnya sehari-hari. If i were him, I would do the same thing.

Melalui tulisan ini, saya hanya dapat berharap yang terbaik bagi Mandala. Apa pun yang terjadi pada Mandala, maskapai ini tentu akan selalu diingat, dan telah mampu untuk menjadi sebuah pelajaran yang berarti bagi generasi Aviators dan Airliners mendatang.

Industri penerbangan merupakan industri sarat akan modal besar, nyali besar, persaingan besar, namun menantang, dan dapat membuka pikiran kita terhadap dunia di sekitar kita.

Advertisements
Standard

5 thoughts on “Secercah Harapan bagi Mandala Airlines

    • Kleopas Danang says:

      yup. They just announced their termination yesterday. And i think there’s no hope for Mandala since its major shareholders said they didn’t want to extend their ownership. 😦

  1. Kleopas Danang says:

    Hi mas ricky,.. Iyah, it’s just happened so sudden. Their fortune seems blowing down. Berita krisis keuangannya sih udah mulai kedengeran dari jaman tahun 2010 akhir, but we really don’t know about what really happened… kasian ya, sekarang pilot2nya diikutin program KSO sama Tiger Airways, Air Asia dan Garuda katanya.. hehe…

  2. iva chantika says:

    kami slalu berdoa buat mandala, karna mandala termasuk maskapai yang begitu bagus, baik pelayanan di udara ataupun di ground handling nya sendiri..begitu ramah dan comitmen…buat mandala berjuang truss lah..semakin tinggi pohon itu semakin kuat angin untuk menghempaskan..begitu juga mandala semakin ingin maju semakin banyak cobaan..tapi kita yakin mandala airlines pasti bisa melewati smua itu…..go..go..go..!!?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s