Uncategorized

Komitmen Danone Aqua Dalam Menjaga Sumber Daya Mata Air dan Konservasi Lingkungan

Pada tanggal 27 Desember yang lalu saya berkesempatan mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Danone Aqua bekerja sama dengan pesantren Al-Amin,  pemerintah daerah Sukabumi dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yang kembali menanam 50.000 [lima puluh ribu] pohon di Desa Cidahu, Sukabumi, sebagai bentuk komitmen Danone AQUA dalam melindungi sumber daya air dan konservasi lingkungan di bawah naungan Program Konservasi Terpadu Gunung Salak Lestari.

Menteri Kehutanan, Bpk. Zulkifli Hasan dan Ibu Dewi Motik berpartisipasi dalam penanaman simbolik

Program konservasi ini menggunakan model pesantren konservasi dan kampung yang dikembangkan dengan kemitraan strategis antara pesantren Al Amin,Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan Danone AQUA sejak tahun 2008 yang membawa manfaat ekonomi dan ekologi.

Acara penanaman 50.000 pohon ini disaksikan oleh Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan,Bupati Sukabumi, Bapak Sukmawijaya, Pesantren Al-Amin, TNGHS, perwakilan Danone AQUA serta masyarakat. Dari masyarakat sekitar hadir para relawan dari pesantren Al-Amin, kelompok tani Hejo-Daun, para ibu dari lembaga kewanitaan Jakarta, dan institusi terkait lainnya.

Yann Brault Sustainable Development Director Danone AQUA mengatakan “Kami secara konsisten dan terus menerus melakukan perlindungan sumber daya air dan konservasi lingkungan tidak hanya di wilayah Sukabumi tapi di daerah-daerah dimana perusahaan beroperasi. Penanaman 50.000 pohon merupakan bagian dari program 100.000 pohon yang sudah dicanangkan bersama-sama melalui kemitraan strategis jangka panjang di tahun 2010 ini.”

“Program Gunung Salak Lestari dikembangkan untuk memberikan manfaat bagi komunitas setempat dan mendorong mereka untuk aktif berpartisipasi. Program konservasi ini mencakup berbagai kegiatan meliputi menjalin kemitraan dengan universitas atau LSM untuk memberi pelatihan cara membuat pupuk kompos, penyuluhan peternakan, pembibitan benih, dan nantinya membantu pemasaran hasil pertanian organik,” Yann menambahkan.

Pimpinan Pesantren Al-Amin, KHR Abdul Basith, penggagas model pesantren konservasi ini, menyatakan, “Model pesantren konservasi ini akan memberi manfaat positif baik dari sisi ekonomi maupun ekologi bagi pesantren maupun petani dan warga desa sekitarnya. Model pesantren konservasi merupakan konsep yang unik karena menggabungkan tugas mulia manusia dalam menjaga keseimbangan alam dengan pemberdayaan pesantren serta masyarakat desa”.

KHR Abdul Basith, menambahkan, “Kami senang kemitraan kami dengan TNGHS dan Danone Aqua terusdilanjutkan kembali tahun ini. Keberhasilan program yang dikembangkan bersama merupakan bukti bahwa melalui kerja sama lintas sektoral, upaya pelestarian lingkungan dapat memberi hasil yang maksimal karena sekaligus memberdayakan dan mensejahterakan para petani”.

Untuk meningkatkan nilai ekonomis bagi masyarakat, penanaman 50.000 pohon tersebut dilakukan dengan metode tumpang sari, dengan menanam terung dan padi gogo pada lahan TNGHS sementara tumpang sari di lahan masyarakat dilakukan dengan menanam jagung. Metode ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk dapat merawat dan menambah penghasilan dari budidaya tanaman tumpang sari tersebut.

Penanaman 50.000 pohon dilakukan di lahan seluas 32 Ha, yaitu 30.000 pohon puspa yang akan ditanam di lahan TNGHS seluas 24 Ha dan 20.000 pohon jabon di di lahan masyarakat, Desa Babakan Pari, seluas 8 Ha. Dengan demikian, sejak digulirkannya program penghijauan Aqua Lestari ini telah tertanam 203.500 pohon di lahan seluas 106 Ha; dengan perincian 93.500 pohon puspa di kawasan TNGHS di lahan seluas 62 Ha dan 110.000 pohon sengon, suren, dan jabon di Desa Grijaya, Desa Tangkil, Desa Babakan Pari, dan Desa Cidahu dengan total lahan seluas 44 Ha.

Penanaman pohon Jabon dan Sengon juga akan memberi kontribusi jangka panjang kepada warga setempat karena dalam waktu 4- 5 tahun bisa dipanen kayunya. Hasil penjualan akan dibagi yakni: 25% untuk pesantren Al-Amin, 10% pesantren lokal, 35% pemilik tanah, 10% koordinator wilayah, 10% petani penggarap dan 10% Danone AQUA dalam bentuk bibit.

Untuk mengetahui perkembangan program ini, AQUA bekerja sama dengan beberapa LSM dan konsultan kehutanan dalam mengaudit setiap zona. Mereka akan melakukan survei lapangan, pendokumentasian serta kegiatan publikasi. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa AQUA terus mendampingi pihak kelompok tani agar mereka bisa terus berkembang dan mandiri.

Terima Kasih Danone Aqua atas kesempatan yang telah diberikan, acara penanaman ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s