Aviation, Travel

Garuda Experience Beijing – Jakarta GA 891

Hey Guys, how are you all doing? The next post is about my trip report on Garuda Indonesia, our national carrier which has transformed to be a better airline with more exciting and satisfying service.ย  This was from the latest flight of Beijing – Jakarta trip I made yesterday. However, the next trip report of Beijing city and places I visited is coming up this week ๐Ÿ™‚

Flight Details Information:
Carrier: Garuda Indonesia
Flight Number: GA 891
Traveling Class: Business Class
Seat. No: 1 J
Aircraft: Airbus A-330-300
Registration: PK-GPG
Flying Time: 6:30
Cruising Level: 40,000

Memang sih banyak yang bilang bahwa perjalanan saya ke Beijing termasuk perjalanan boros dan patut disayangkan, secara jauh – jauh tetapi cuma stay 2 malam. Tetapi tidak apalah selagi masih ada kesempatan.

Di hari kedua saya di Beijing, saya berkunjung ke Great Wall (seperti yang sudah saya post di TR pertama saya). Hari kedua saya di Beijing benar-benar sangat melelahkan, dikarenakan ada suatu miscommunication saat saya hendak pergi ke Great Wall di pagi hari, dan petugas bus mengatakan tidak ada bus ke Badaling, sehingga saya sebaiknya menyewa mobil seharian penuh. Untungnya saya tidak langsung termakan omongan, saya langsung ke Beijing Bei (Beijing North Railway Station) 100 meter dari Xinzhimen subway station, dan membeli tiket ke Badaling. Tetapi oh tetapi, schedule kereta hanya 2 kali dan saya membeli schedule yang terakhir yaitu pukul 13:19 karena jadwal kereta yang pertama jam 10 pagi. Harganya cukup bikin saya kaget, hanya 17 Yuan! (Rp. 20.000,- or so). Murah banget, cuma 1 jam, tidak pakai macet lagi.

Saat itu pukul 10.30 pagi hari, sudah panas terik, udah gak tau lagi deh mau ngapain, jadi saya ke station lagi naik subway ke Beijing Zoo untuk melihat panda. Sampai di Beijing Zoo, eh pandanya tidur. Saya berdiri aja dibawah pohon tempat si panda tidur, kok ya baru inget kalo panda tidur itu pasti lama banget, padahal udah siap aja tuh batu di tangan buat bikin si panda bangun. Eh tetapi takut dari pada nanti kenapa-kenapa jadi, ya tungguin aja deh. Beijing Zoo complex ini sangat luas, saking luasnya saya mau cari penguin aja saya sudah lari-lari keliling Beijing Zoo tapi kok tidak nemu-nemu alhasil sampe jam 12.30 saya masih di Beijing Zoo, dan saya langsung bergegas lari ke stasiun takut ketinggalan kereta. Eh beneran saya dateng pas banget waktunya kereta berangkat. Saya sampai di Badaling yang katanya adalah the most representative Great Wall di China, cuma satu jam perjalanan, dan suhu waktu itu adalah 38 derajat! Saya menghabiskan waktu di Great Wall bersama dua orang turis Ibu – Anak dari Jepang yang duduk di sebelah saya waktu berada di kereta, dan kami bertiga menaiki tembok China yang benar-benar membunuh kaki, karena track nya yang sangat curam dan platform track yang licin.

Saya kembali ke hotel tepat pukul 19:30 dan mandi cepet-cepet kemudian langsung ke Wangfujing bertemu dengan teman-teman saya mahasiswa Indonesia di Beijing. Di Beijing semuanya serba murah, transportasi murah, ada subway, kalau dibandingkan Jakarta, biaya hidup di Beijing jauh lebih murah dengan kualitas dan kondisi infrastruktur yang begitu baik. Subway di Beijing sudah baik, dalam artian sudah banyak station yang dapat dijangkau, namun kekurangannya adalah jarak tempuh berjalan dalam pergantian (interchange) subway yang (kebanyakan) jauh, dan subway di Beijing tidak pernah kosong. Selalu ramai! Di malam terakhir saya di Beijing saya benar-benar jalan hampir 20 jam, lari sana lari sini, jalan sana jalan sini (karena suka nyasar he..he..) alhasil sampai hotel jam 12 malam, packing dan jam 5 pagi sudah bangun, dan check out dari hotel jam 5.30 am.

Suasana Beijing di pagi hari saat matahari terbit.. udaranya masih dingin..

Saya naik taxi ke Dongzhimen Station tempat dari Capital Airport Express Train. Waktu tempuh hanya 30 menit, dengan membayar 25 Yuan saja. Saya suka dengan airport express train dimana pun airport yang menyediakannya, sangat praktis dan tidak perlu ribet dengan yang namanya macet, banjir atau apalah itu. Sebenarnya saya sengaja datang pagi-pagi supaya gak ribet nanti dan bisa ketemu sama station managernya untuk upgrade he..he..

Airport express train berhenti dulu di Terminal 3, dan baru ke Terminal 2. Garuda berada di terminal 2 bersama Airlines-airlines sepuh lainnya seperti Air France, KLM. Delta Airlines Tetapi walaupun Terminal 2 termasuk terminal lama,but it’s not bad at all.

Begitu sampai saya langsung check-in, dan langsung ke counter business class dan dapet lah boarding pass dengan nomor 1 J. Hari ini saya terbang dengan extra crew cockpit 744 yang kemaren membawa saya ke Beijing dari Jakarta. The pilots duduk di 1 A-B dan ada juga ground staff GA dan keluarga pilot in charge saat itu.

Oh ada juga yang perlu di share nih, Garuda kan sekarang menghire pramugari China, Korea Jepang untuk penerbangan mereka, di penerbangan kali ini, kita kedapetan juga satu pramugari Mandarin yang based di Beijing. Her name is Nancy, she’s very humble, her english is very good, and she’s formerly work for Korean Air.

After check in, saya langsung bergegas ke Gate

Boarding call ontime yakni pukul 08:25 pagi waktu Beijing, saya sudah datang di gate dari jam 7 pagi, jadi bisa ngespot para crew lagi briefing

Okay, finally we’re boarding the plane, I think I have some video of my seats, please check:

I was welcomed by the same crew member of the flight which I came on previous days. Secara saya yang boarding pertama dengan para extra crew cockpit dan management team, ternyata pak station manager ada di pesawat juga dan akhirnya memperkenalkan saya ke Capt. dan Mas F/O nya. Seru juga sih kita ngobrol-ngobrol dulu sebelum yang lainnya boarding.

Crewnya ramah-ramah banget, dan I won’t hesitate to ask for a conversation, terutama Nancy yang udah ramah and chatty banget, plus cantik. Untuk welcome drink saya pilih Martebe deh, rasanya kurang Vitamin C, bibir kering gini hehe plus ada menu cardnya untuk santap siang, then i chose Beef.

We pushed back ontime. Tepat jam 08:55 kita pushback, dan Captain inform bahwa kita akan mengalami keterlambatan 10 menit dikarenakan traffic bandara yang sedang ramai, a.k.a menunggu giliran take off.

Waktu menunjukkan pukul 09:20 am, kita baru take-off.

Video Take Off dapat dilihat disini:

Setelah airbourne beberapa menit, lampu seatbelt sudah dimatikan, dan langsung lepas seatbelt and we came on with the In-flight Service Entertainment. Saya personally suka sih tampilan IFE di Airbus A-330-300 dibanding yang A-330-200. Lebih classy, dan kursinya pun lebih empuk. Oh ya, untuk yang di bagian kursi nomor 1 dan 6 (front row) tempat duduknya bisa full lie flat.

Setelah mengudara dibagiin mixed nuts Garuda yang enak banget.. and.. coke with lemon, my favorite..

Sambil nunggu lunch dibagiin, mari kita coba IFE nya, hehe I was excited to find the Jonnes movie as I’ve been curious about what the movie was all about, tetapi ternyata boring juga ya.. hehehe.. jadi ganti deh ke Audio, and mari mendengar penyanyi muda favorite saya, Justin Bieber! ๐Ÿ˜€ sayang banget si lagu Baby gak ada di playlist.

Suasana Cabin, saya rasa semuanya laper nih.. pada diem hehe

Akhirnya lunch is here!
The Appetitezer:

The Main Course:

The beef is very yummy, medium done, and so juicy..

All i can say is that the foods then were so delicious!
Penerbangan selama 6 jam 30 menit agak cukup membosankan juga sih kalau harus diisi dengan tidur dan tidur, kegiatan saya sih seperti biasa main – main ke galley, gossip, dan bercanda-canda dan foto-foto. Seperti biasa walaupun lampu dimatiin, dan tidak ada mood lighting, jadinya gelap banget dan saya keseringan tidur ayam, jadi setiap 1 jam kebangun trus tidur lagi setelah sejam, dan seterusnya.

This is our flight plan. Pesawat melewati Guangzhou, lalu Ho Chi Minh City, dan sebelumnya ada satu kota yaitu nama saya Da Nang di Vietnam.

Saat pesawat mulai descent setelah melewati Palembang, captain instruction for cabin crew prepare for landing. Dan semua window shades di angkat semua, dan Wow! silau semuanya! jadi saya gak berani foto – foto outside window karena takut mengganggu yang lain. Cuaca Jakarta sepertinya juga panas gak beda jauh sama di Beijing.

Pesawat melakukan approach untuk landing di runway 7L. Sempet sedikit ada goncangan sebelum berada di 2,000 feet.

Approaching Video:

The moments after touch down, ternyata kita mendarat setelah Etihad Airways. Dan suasana bandara ramai sekali saat itu! banyak banget pesawat Garuda parkir di Ramp, dan gates semuanya full! Memang ya ternyata industri penerbangan di Indonesia sedang maju pesat-pesatnya.

Pesawat kita berhenti di remote stand dan harus turun menggunakan tangga dan bus deh ๐Ÿ˜ฆ Bener juga pas turun dari pesawat langsung berhembus angin panas.

Overall, penerbangan saya kali ini cukup menyenangkan, makanan yang disajikan enak banget, dan menghibur. Pelayanan Garuda memang sebenarnya sudah baik dan memuaskan, seperti yang setiap kali saya bilang, saya berasa di rumah sendiri terbang bersama Garuda.

Advertisements
Standard

2 thoughts on “Garuda Experience Beijing – Jakarta GA 891

  1. Kleopas Danang says:

    Hehe iyaa saya males sih ngubah2 resolution hehe sebenernya udah ada sih bagian ini di Indoflyer hehe.. tapi gak afdol kalo gak di share di WordPress he..he..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s