Aviation, Uncategorized

Garuda Kebanggaan

We had a big conversation today. Saya sempat berbincang-bincang dengan beberapa kerabat saya mengenai aviation industry di Indonesia. Please note, that this conversation was among the ordinary people who don’t really understand about aviation, only using their prejudice, versus one person who have given his life for aviation and Garuda. (*this is way overrated)
Memang, topik ini sangat sedang gempar dibicarakan orang di Indonesia. Terlebih melihat banyaknya kejadian-kejadian yang telah terjadi di Indonesia. Tetapi, bukan itu yang hendak saya bincangkan disini. Only from a small talk about traveling suddenly we’re led to talk about plane and journey in my class today. Sebelum membaca lebih lanjut, ini hanyalah beberapa pandangan saya, mohon maaf apabila sedikit subjektif..

Ada seorang dosen saya yang sedang menjelaskan mengenai suatu hal tetapi tiba-tiba kok mengarah ke suatu topik yang menusuk hati saya. Ada apa dengan Garuda? Dia menggambarkan seolah-olah Garuda adalah sebuah airlines yang dapat diremehkan. Lucunya dia sempat mengatakan “Coba kita lihat perbedaan airlines kita dengan airlines luar, Garuda terbang dari New York, wah penumpangnya enak bisa main kartu dibawah atau gelar tikar diatas pesawat” Saya langsung berbenak saja, ketawa lucu, karena toh saya tahu dosen ini tidak tahu banyak hal. Ada juga sedikit yang saya tidak suka berarti dia menyinggung dengan sistem kerja yang ada. Saya langsung tunjuk jari “Pak, dari sejarah Garuda berdiri, New York aja belom pernah disinggahi kecuali VVIP flight yang bawa presiden, yang ada dahulu sampai tahun 1998 hanya Los Angeles dan Honolulu, Pak” Dan sang dosen pun hanya diam. Saya heran, bila negara ini ingin maju, kenapa tidak mulai menanamkan rasa nasionalisme?

Dari dahulu, ini terlepas dari hubungan diri saya dengan Garuda. (Apakah ada?? hehehe) Saya menilai airlines ini cukup kompeten. Bukan melihat dari Garuda merupakan airlines bintang 5 seperti Singapore Airlines atau yang lain, tetapi Garuda memiliki suatu pelayanan yang dapat saya bilang cukup reliable, “okay” bila kita dapat berkata. Bintang 3 merupakan bintang yang cukup dapat diberikan bagi airlines ini. Apa yang kita bayar sesuai dengan Service-nya.

Pelayanan yang diberikan cukup sesuai bahkan ‘terkadang’ diatas standart. Saya cukup senang bila bepergian bersama Garuda. Dan jujur saja, airlines ini menjadi prioritas saya. Bukan masalah berapa yang saya bayar (hehehe), saya tetap berharap untuk mampu menggunakan jasa Garuda selamanya. Sampai-sampai saya pernah berpikir untuk ingin sekali kerja sama Garuda nantinya, seperti yang saya lihat memiliki iklim kerja yang sangat menyenangkan. Menurut saya, Garuda merupakan salah satu asset Negara yang cukup membanggakan. Kita lihat saja pengorbanan yang banyak dilakukan agar asset negara ini tidak di privatisasi. Saya cukup bangga mendengarnya. Kinerja yang cukup baik. Menurut saya kualitas sebuah airlines tidak dilihat dari jumlah pesawat yang dimiliki atau jenis nya, percuma juga kalau kita memiliki yang berbadan besar dan paling mutakhir sekalipun tetapi tidak sesuai dengan daya tampung? Banyak yang bertanya “Kapan Garuda punya A380, SQ saja punya?” lah, orang Garuda punya 747 aja gak sering penuh terus siapa yang mau naik? Kalo negara Indonesia ini sekecil Singapura, pasti bisa juga jadi seperti SQ. Terkadang saya bingung dengan jalan pikir yang tidak terlalu fungsionalis, melainkan hanya menebar gengsi.

Saya cukup menyayangkan mengapa Garuda bisa masuk ke dalam black list EU. Apakah ini hanya merupakan imbas dari jenis-jenis kecelakaan yang ada? Apa karena Garuda yang harus menjadi kambing hitam terhadap jumlah kecelakaan yang ada di Indonesia? Seperti pada saat Garuda kecelakaan di Bandara Adisucipto Yogyakarta, kecelakaan tersebut memang cukup fatal, tetapi saya percaya hal itu hanyalah disebabkan oleh kesalahan prosedur atau human error, tetapi apabila tidak ada background kecelakaan-kecelakaan dari airlines lain yang terjadi apakah hal tersebut tetap akan terjadi? kita lihat Garuda tidak memiliki record kecelakaan selama 5 tahun, dan saya kira itu cukup bagus untuk ukuran Indonesia dan Asia. Tetapi, saya rasa insiden kemarin sama sekali tidak menggoyahkan citra Garuda di mata para pelanggannya.

Dari kinerja para penerbang dan air-crew yang ada, cukup bagus, saya sangat senang sekali melihat mereka. Bahkan yang saya dengar pilot Indonesia banyak dicari. Terkadang bila saya sedang bepergian yang cukup lama, saya senang berbincang-bincang atau bercanda dengan mereka, keramahan para awak kabin tidak terlihat hanya pada saat membantu menaikan barang bawaan atau menghidangkan makanan saja. Senyum mereka dari hati. Mereka memiliki wibawa profesional yang tidak kalah. Terlihat sangat cantik dengan balutan kain batik yang menawan. Dan bagi para penerbangnya, menurut saya, yang masih tetap setia dengan Garuda memiliki nilai dedikasi tinggi, dan loyalitas. Saya sangat bangga pada mereka.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s