Travel

Oleh-Oleh dari Tokyo

Jepang, sebagai salah satu Negara maju yang terletak di kawasan Asia ini, memiliki sejuta aksi dan atraksi yang sangat menarik banyak wisatawan.

Siapa yang tak kenal Tokyo? Ibu kota negara Jepang ini merupakan kota terbesar nomor satu di Jepang yang dihidupi oleh hampir 40 juta populasi. Berdebar rasanya ketika pesawat yang saya tumpangi melakukan final approach di Bandara udara internasional Narita, tak sabarnya untuk menginjakkan kaki di tanah the rising sun.

Melihat pemandangan kota Tokyo dari atas pesawat membuatku merasa tak sabar untuk melihat secara langsung salah satu kota terbesar dan termodern di dunia ini. Begitu sampai di Bandara Udara Narita, anda akan merasakan suatu yang berbeda terutama bagi anda yang sering bepergian ke Negara-negara seperti Amerika, Eropa ataupun Australia. Sebelum mendarat, tentunya kita harus mengisi declaration form mengenai barang-barang apa yang kita bawa, dan biasanya barang bawaan kita tetap harus dibuka dan di-check di bagian ‘custom’ meskipun kita tidak membawa apa-apa. Tetapi tidak demikian halnya di Bandara Narita ini.

Para petugas akan memeriksa declaration form anda, dan apabila anda tetap menuliskan makanan yang anda bawa dan barang-barang belanjaan duty free anda, mereka tetap tidak akan membuka koper anda dan merogoh-rogoh barang anda. Mereka memiliki suatu rasa percaya yang sangat tinggi dengan kejujuran.

Saya pun sempat kaget ketika saya sudah menaruh koper saya untuk bersiap membukanya, dan custom officer mengacungkan tangannya dan berkata “No, you don’t need to” Keramahan para petugas imigrasi dan custom di bandara Narita benar-benar membuat saya diperlakukan sangat “manusiawi” dibandingkan beberapa airport yang pernah saya kunjungi.

Berada di Tokyo akan tidak komplit rasanya apabila kita tidak merasakan atmosfer salah satu kota tercanggih dan termahal di dunia ini. Anda tidak perlu khawatir dengan budget yang anda butuhkan di kota Tokyo ini karena masih ada beberapa tempat berbelanja, penginapan maupun untuk mengisi perut yang masih reasonable seperti Ikebukuro, Akhiabara yang menjual barang elektronik dengan harga terjangkau, Ueno yang terkenal dengan daerah belanja, Harajuku, dan Asakusa. Memang, satu hal yang diakui mahal di kota ini adalah sistem biaya transportasi yang tidak menyediakan paket one-day, weekly, monthly pass seperti layaknya negara lain bagi para turis, melainkan anda harus membeli tiket one-way setiap kali anda menaiki JR Line, maupun private subway line yang membuat biaya transportasi di Jepang khususnya kota Tokyo tidak murah. Taksi merupakan salah satu alat transportasi umum yang paling mahal. Biaya argo taksi di hitung per jarak dalam ukuran meter (300m- 1 km) adalah 510 Yen (Sekitar Rp 45.000,-) untuk taksi reguler, dan 710 Yen (Sekitar Rp. 62.000,-) untuk Lucky Taxi (Taksi Non-Reguler atau semacam Silver Bird di Jakarta) dan untuk kelipatan selanjutnya akan dikenakan 5,000 Yen dan seterusnya. Hal inilah yang menyebabkan biaya taksi dari Bandara Narita ke kota Tokyo sendiri yang memakan waktu 2 jam lamanya mengharuskan anda membayar 18,100 Yen (atau setara dengan Rp. 1.500.000,-). Anda sebaiknya menggunakan Narita Express yaitu kereta yang hanya memakan waktu 1 jam 15 menit, hanya cukup membayar 1160 yen atau Rp.88.000,-

Pemerintah Jepang sebenarnya menyediakan sistem paket kepada penduduk Jepang sendiri dan tiket tersebut dapat diperbaharui, bagi para turis atau WNA yang menetap sementara waktu dapat mengajukan aplikasi JR Rail Pass, yaitu sistem paket transportasi kereta antar kota (shinkansen, kecuali Nozomi Shinkansen) yang harganya berbeda-beda tergantung masa waktu seperti 7 days pass, 1 month pass. Dan untuk harganya sendiri agak cukup mengejutkan yaitu sekitar 18,000 yen untuk satu minggu dan 23,000 yen untuk satu bulan. JR Rail Pass ini tidak berlaku untuk JR line, Subway, maupun Private Line dalam kota. Bagi para turis yang hendak mendapatkan JR Rail Pass dapat melakukan aplikasi secara online dan harus dipastikan anda belum berada di Jepang saat melakukan aplikasi.

Mengenai berita simpang siur mengenai harga-harga makanan dan minuman di Jepang yang sampai menyentuh harga puluhan ribu untuk sebuah apel atau secangkir kopi hanya terdapat di satu daerah yang dinamakan “Ginza”. Dan di Ginza sendiri pun masih terdapat toko-toko yang menyediakan berbagai macam barang dengan harga terjangkau. Untuk mengisi perut, anda tidak perlu khawatir dengan harga makanan yang ditawarkan. Bagi peminat makanan Jepang, mie ramen, Udon, Sushi dan Bento merupakan pilihan yang wajib dicoba. Harga makanan bervariasi. Bila anda ingin mencicipi sushi dengan berbagai macam topping diatasnya, anda dapat membeli dengan harga 300 Yen (Rp. 25,000,-) per pack yang berisi kurang lebih 6-8 sushi, atau mie ramen dengan harga sekitar 600 Yen (Rp 50,000,-) sudah dapat mengenyangkan perut anda satu hari, tetapi hati-hati bagi anda yang muslim, Mie Ramen di Jepang kebanyakan menggunakan minyak babi. Bila anda ingin mencicipi bento khas Jepang, anda dapat membeli paket bento yang berisi nasi dan lauk pauk dengan harga kisaran 350 Yen (Rp25.000,-) sampai 1000 Yen (Rp.87.000,-) untuk paket terlengkapnya. Shinjuku sebagai daerah Central Business District Tokyo juga merupakan sebuah kawasan mahal tetapi juga menyediakan tempat-tempat belanja dengan harga terjangkau. Menjejakkan kaki di Shinjuku, terutama pada malam hari sangatlah begitu indah, daerah dengan sebutan Neon City ini akan membuat anda merasa seperti berada di 5’th Avenue Manhattan, New York. Jangan lupa untuk mengunjungi Shibuya yang terletak di sebelah selatan Shinjuku, bila ingin merasakan The World’s Largest Pedestrian Cross, dan patung anjing Hachiko.

Berbicara mengenai teknologi Jepang yang sangat modern dan mutakhir membuat kebanyakan orang Jepang dan beberapa perusahaan menggantungkan diri mereka pada teknologi mesin. Bila anda ingin membayar tagihan-tagihan seperti listrik, telepon, tiket pesawat maupun kereta, anda tidak perlu membutuhkan ATM anda, ataupun melakukan penyetoran di bank langsung, melainkan anda bisa membayar melalui mesin-mesin pembayaran yang ada di setiap Family Mart Convenient Market. Family Mart Convenient Market merupakan supermarket yang buka 24 jam dan tersebar diseluruh penjuru kota Tokyo maupun kota-kota lain di Jepang. Jadi anda hanya memasukkan nomor reservasi anda dan nomor telepon anda maka jumlah yang harus bayar akan langsung muncul di mesin tersebut sehingga anda tinggal memasukkan uang kertas maupun uang logam anda ke dalam mesin tersebut, dan anda akan mendapatkan receipt sebagai bukti pembayaran. Hal ini dapat dilakukan oleh siapa pun, anda pun dapat mencobanya.

Setiap kali anda ke Jepang, mungkin anda akan merasakan suatu kejanggalan, terutama dalam melihat huruf-huruf kanji mereka yang bertebaran di seluruh sudut kota, terutama apabila anda tidak mengerti bahasa Jepang sama sekali. Hal ini pun terjadi pada saya saat saya hendak membeli tiket kereta Narita express yang akan membawa saya ke kota Tokyo. Tetapi, anda tidak perlu khawatir apabila anda tidak mengerti, anda hendaknya bertanya kepada setiap orang Jepang yang ada atau kepada petugas informasi yang siap membantu. Walaupun orang Jepang yang notabene terkenal dengan sifat chauvinistnya sampai tidak mau berbicara bahasa lain selain bahasa mereka, orang Jepang memiliki satu sifat yang menguntungkan bagi para turis yaitu mereka sangat menyenangi ‘foreigner’. Sifat ramah dan ringan tangan akan muncul apabila anda seorang asing, daripada orang Jepang sendiri. Jika anda bertanya menggunakan bahasa Inggris, biasanya mereka akan mengerti apa yang anda tanyakan, tetapi mereka akan tetap menggunakan bahasa Jepang dalam menjawab pertanyaan anda apabila mereka tidak percaya diri dengan bahasa Inggris mereka. Bila anda tidak mengerti, anda sudah harus siap dengan menggunakan bahasa isyarat atau body language untuk dapat berkomunikasi kepada mereka. Salah satu yang paling saya sukai bila bertanya pada mereka adalah, mereka akan terus berusaha untuk mencari jawaban benar sampai dapat. Dan yang paling lucu, saat kita bertanya pada seseorang mengenai arah menuju ke suatu tempat yang mereka tidak tahu, mereka akan menelpon dan bertanya pada teman mereka daripada bertanya pada orang lain di sebelah mereka yang tidak dikenali.

Sebagai peminat fashion, saya sangat mengagumi fashion orang Jepang. Dalam hal ini saya tidak berbicara mengenai trend Harajuku, yang merupakan salah satu trend fashion terkenal di dunia. Melainkan melihat dari bagaimana orang Jepang mengekspresikan diri mereka melalui apa yang mereka pakai. Orang Jepang sangat mengagumi para designer ternama, dan pikiran mereka yang sangatlah ‘brand-minded’. Berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan, saya menilai fashion para lelaki sangat mendominasi dan sangatlah lebih trendy ketimbang wanitanya. Mungkin ini disebabkan trend fashion wanita yang mungkin sama dimana-mana, tetapi saya baru melihat gaya orang Jepang yang tidak malu menggunakan Weekend Bag atau menjinjing Louis Vuitton. Gaya Metrosexual yang mendominasi sungguh membuat mata saya terkejut. Para fashionista di Jepang tidak malu istilahnya menggunakan barang second-hand branded yang banyak dijual dimana-mana. Meskipun harganya tidak jauh beda (tergantung kondisi) dengan harga toko, tetapi mereka sangat aware dengan hal ini. Mereka mau untuk tidak makan selama beberapa hari yang terpenting mereka dapat tetap bergaya. Harajuku merupakan tempat dimana fashion Harajuku yang menjadikan inspirasi para designer di seluruh dunia lahir. Bila anda tidak menyukai trend Harajuku, janganlah khawatir, karena Harajuku merupakan surganya shopping bagi sejuta umat. Banyak barang dengan harga terjangkau seperti, sepatu, tas, pernak-pernik, kaos, celana dan perlengkapan lainnya dan kualitas yang sangat bagus. Selain di Harajuku, anda dapat berkunjung ke Nakamishe-Dori, Asakusa yang merupakan tempat semacam traditional market yang menjual banyak kebutuhan, pernak-pernik Jepang, cenderamata dan sebagainya. Shopping Market ini sangat mudah di temui karena letaknya berhubungan dengan Asakusa Temple.

Salah satu atraksi yang menarik minat wisatawan Tokyo adalah Imperial Palace. Disini para pengunjung dapat melihat kompleks istana kerajaan kaisar yang masih ditinggali sampai dengan sekarang ini, yang dinamai Edo Castle. Istana ini sebelumnya telah hancur pada saat perang dunia kedua yang sebenarnya tidak termasuk dalam target, dan Istana ini kembali dibangun pada tahun 1968. Yang menarik dari tempat ini adalah sebuah tipikal Istana Kaisar Jepang didominasi oleh bebatuan dan letaknya yang tinggi dan terpisah oleh drainase (sungai kecil). Tetapi, pengunjung harus sedikit kecewa, karena penjagaan di kompleks kerajaan ini sangat ketat, sehingga para pengunjung hanya dapat mengabadikan foto dari berbagai titik tertentu. Apabila anda berkunjung antara hari Selasa sampai dengan Kamis, anda beruntung untuk dapat memasuki wilayah East Garden, karena wilayah ini ditutup pada hari Senin dan Jumat. Bila anda mengunjungi Imperial Palace anda haruslah mengabadikan foto di depan Edo Castle dan Edo Castle Bridge yang sangat legendaris.

Dari Imperial Palace, kita sudah melihat Tokyo Tower dari kejauhan. Keindahan Tokyo Tower sudah dapat dilihat dari Imperial Palace seakan terlihat dekat. Tetapi, janganlah mencoba untuk berjalan kaki kecuali anda berkehendak karena sebenarnya, jarak yang ditempuh cukup jauh yaitu 1 jam terutama di daerah Shiba-Koen dan Akabanebashi yang cukup menanjak. Mungkin tidak masalah apabila anda berjalan pada saat musim dingin, tetapi apabila musim panas, sebaiknya anda menggunakan train lines, subway atau bus umum karena musim panas di Jepang sangatlah panas dan terik.

Tokyo Tower merupakan Landmark kota Tokyo. Bila kita sepintas mendengar Tokyo Tower, mungkin yang ada dibenak kita tower ini mirip dengan Eiffle Tower di Paris. Ada sedikit perbedaan antara Tokyo Tower dengan Eiffle Tower. Warna cat yang di dominasi warna orange dan putih, sesuai dengan hukum Civil Aeronautic serta tingginya yang lebih tinggi 13 meter dibandingkan Eiffle Tower, membuat Tokyo tower sebagai ‘The World’s tallest self-supporting steel tower’. Dan yang membedakan dengan Eiffle Tower yaitu, Tokyo Tower tidak terletak di tempat yang strategis atau di pelataran, tetapi ada satu buah gedung yang terletak di dasar yang digunakan sebagai collector museum dan elevator untuk naik ke tempat observasi. Anda harus membayar sekitar 820 yen untuk beralih ke Main Observatory (150 Meter) dan apabila anda ingin melanjutkan ke Special Observatory (250 Meter) anda harus merogoh kocek lebih dalam yaitu 600 yen. Sehingga apabila anda ingin sampai ke Special Observatory anda harus membayar kurang lebih 1420 yen atau sekitar Rp.130.000,-.

Kuil Asakusa merupakan salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi. Kuil ini menyimpan banyak sekali sejarah dan menjadi kuil yang paling ramai dikunjungi oleh para peziarah di Tokyo. Letaknya yang cukup unik, kuil ini terletak diantara gedung-gedung dan pusat keramaian kota. Bila anda ingin mencoba fortune teller disinilah tempatnya. Hanya dengan memasukkan koin 100 Yen anda sudah dapat mengambil fortune teller stick yang tertera nomor diatasnya dan anda harus mengambil kertas dari laci sesuai dengan nomor yang anda dapatkan.

Tokyo Disneyland merupakan salah satu alternatif tujuan wisata yang dapat dikunjungi. Sebagai Disneyland pertama yang dibangun 25 tahun silam di kawasan Asia, memberikan citra tersendiri bagi Tokyo Disneyland. Memang, tidak begitu banyak yang akan anda lihat disini, hanyalah berfoto bersama tokoh kartun kesayangan anda seperti Mickey Mouse, Donald Duck, Chip and Dales. Apabila anda berkunjung pada saat hari libur seperti Summer Holidays, Hari Sabtu atau Minggu, anda hanya akan menghabiskan waktu 1 jam mengantri untuk merasakan atraksi 5 menit walaupun anda telah merogoh kocek yang cukup dalam seharga 5,800 Yen atau sekitar Rp.500,000,-

When to Go?

Berkunjung pada saat summer atau musim panas ke Jepang mungkin menjadi salah satu pilihan tersendiri bagi para wisatawan, tetapi bagi seseorang yang kurang menyukai panas dan matahari seperti saya, sebaiknya tidak berkunjung pada saat musim panas, karena suhu dapat mencapai 40 derajat celcius. Apabila anda tidak tahan dingin, tentu bukanlah waktu yang tepat untuk datang pada musim dingin terutama pada akhir bulan Januari sampai awal Februari, karena suhu dapat mencapai dibawah nol celcius. Waktu berkunjung yang tepat adalah pada bulan April- May, pada saat musim semi. Pada musim inilah, tepat musim cherry blossom dimulai, dimana kita dapat melihat bunga sakura…

Advertisements
Standard

4 thoughts on “Oleh-Oleh dari Tokyo

  1. Pingback: Oleh Oleh Khas Yokohama Jepang - Jenis Khas Ole Ole Makanan Kuliner di Medan

  2. Pingback: Oleh Oleh Khas Amsterdam - Jenis Khas Ole Ole Makanan Kuliner di Medan

  3. Pingback: Oleh Oleh Khas Yokohama Jepang - Jenis Khas Ole Ole Makanan Kuliner di Medan

  4. Pingback: Oleh Oleh Khas Yokohama Jepang - Jenis Khas Ole Ole Makanan Kuliner di Medan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s